Saratoga Siap Realisasikan Rencana Investasi

30 May 2013

Judul di atas sudah cukup menggambarkan apa yang ingin saya share ya melalui kompasiana kali ini. Iya, ini tentang Saratoga Investama Sedaya, yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno di tahun 1990-an. Dari namanya juga sudah jelas, perusahaan ini bergerak dalam bidang investasi. Menariknya kemarin, 29 Mei Saratoga baru saja melakukan Public Expose atau Paparan Publik sebagai ketok pintu untuk mengawali proses Initial Public Offering (IPO). Dari berbagai media bahkan disebutkan apabila Saratoga ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk perusahaan investasi yang membuka sahamnya ke publik. First for Indonesia memang tagline yang pas kalau begitu.

Sama seperti perusahaan lainnya, melalui IPO Saratoga pasti juga akan mendapatkan dana. Kalau merunut dari besarnya saham yang akan ditawarkan yaitu 15%, ini sama saja dengan 430 juta lembar saham baru. Dari beberapa media juga disebutkan kalau per lembarnya Saratoga akan melepas dengan harga Rp 6.100 hingga Rp 7.800. Bila ditotal, dari IPO ini Saratoga bisa mendapatkan dana sebesar Rp 1,6 - 2,1 triliun.

Nah dengan dana IPO inilah nantinya Saratoga akan merealisasikan semua rencana investasi. Perlu diketahui sebelumnya, Saratoga telah menjadi raja investasi selama ini terutama dalam sektor produk dan jasa, sumber daya alam, serta infrastruktur. Tentunya dana IPO akan mengalir sebagian besar ke 3 sektor tersebut. Itu saja? Tentu saja tidak. Nanti ada pula dana yang akan dialokasikan untuk menunjang kinerja perusahaan dan anak-anak usahanya. Misal, pada kuartal 3 tahun ini Saratoga sudah berencana untuk memberikan pinjaman sebesar USD 8,3 juta kepada Lintas Marga Sedaya. Adajuga yang akan dialokasikan untuk melunasi utang entitas anak PT Saratoga Sentra Business kepada Standard Chartered Bank sebesar USD 50 juta. Belum lagi untuk pembelian saham tambahanMitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM). Dan kalau dihitung-hitung pelunasan utang pun tentunya tidak akan menghabiskan sebagian besar dana IPO yang diperoleh. Sebagian besar tadi tetap saja dialirkan untuk realisasi rencana investasi dari para perusahaan investor. Perlu dicatat.

Namun kalau ditilik lebih dalam, sebenarnya tidak ada yang salah dengan membayar utang anak usaha. Sebagai perusahaan induk bukankah itu merupakan suatu perwujudan tanggung jawab yang baik? Sehingga nantinya yang sehat dan kuat tak hanya induk, namun juga anak-anak usahanya. Apalagi Saratoga sendiri dikenal sebagai perusahaan yang memiliki fondasi kuat akan kinerja. Jadi tidak mungkin kalau Saratoga bersikap acuh tak acuh dengan beban perusahaan yang dimiliki oleh anak-anak usahanya. Itulah nilai plus yang dimiliki Saratoga.

Well, semoga proses IPO Saratoga bisa berjalan dengan baik dan lancar ya. Kita nantikan saja nama Saratoga sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Juni nanti.

Referensi:

Metrotvnews.com -Saratoga Targetkan Dana IPO Rp 2,11 Triliun


TAGS Saratoga saham IPO investasi


-

Author

Follow Me


Categories

Archive