Dimana-mana Beda Pendapat Soal Divestasi Newmont

16 Jul 2013

Ada kabar terbaru soal divestasi Newmont. Kalau selama ini saya hanya menemukan berita itu-itu saja dimana yang berkomentar hanyalah Hatta Rajasa, Dahlan Iskan, ataupun Chatib Basri dari kalangan eksekutif, kini saya menemukan berita yang isinya anggota DPR yang berkomentar soal divestasi ini.

94a747bc92d1927432ac3f369b0010f3_newmont

Isinya sudah bisa diduga sebenarnya. Di dalam kalangan DPR pun pasti terjadi polemik tersendiri. Ada yang mendukung pembelian 7% saham Newmont, namun ada juga yang mendukung agar saham tersebut diberikan saja kepada Pemda NTB. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan pendapat antara Maruarar Sirait dari PDIP dan Ahsanul Qosasi dari Demokrat.

Maruarar menyatakan bahwa keinginan pemerintah yang ingin membeli saham Newmont tersebut harus didasari pada ketentutan yang telah ada sebelumnya, dimana pemerintah harus mengajukan persetujuan dari DPR untuk memuluskan bisa atau tidaknya saham tersebut dibeli. Lebih lanjut ia menyatakan dukungannya pada opsi pembelian saham oleh Pemda NTB. Hal ini ia tekankan pada asas manfaat yang dapat diterima langsung oleh masyarakat daerah NTB sendiri.

Lagipula itu kan yang diinginkan rakyat, sementara kita ini wakil rakyat, kata Maruarar.

Sementara itu hal sebaliknya diungkapkan oleh Ahsanul Qosasi dari Demokrat, yang menyatakan bahwa Demokrat siap mendukung pemerintah untuk membeli saham Newmont. Ia meminta pemerintah untuk segera mengajukan usulan tersebut ke DPR dan memastikan usulan tersebut akan diterima oleh lembaga legislatif itu.

Perbedaan pendapat di atas tak hanya ada di legislatif saja. Seperti dijelaskan di atas, sebelumnya para menteri mulai dari Hatta Rajasa, Dahlan Iskan, dan Chatib Basri sudah sering memberikan pernyataan soal divestasi ini. Hattas Rajasa, selaku Menteri Perekonomian menyatakan bahwa Pemda NTB berhak membeli saham yang ada. Alasannya sama seperti yang diungkapkan Maruarar di atas, bahwa ini untuk kesejahteraan masyarakat NTB sendiri. Namun hal ini ditentang oleh Dahlan Islan, Menteri BUMN, yang menyatakan kalau saham tersebut ada baiknya dibeli oleh pemerintah pusat ketimbang Pemda. Ia juga menyatakan kesiagaannya jika sewaktu-waktu pemerintah pusat memang telah memutuskan untuk segera membeli saham ini. Lalu bagaimana dengan Chatib Basri sendiri selaku Menteri Keuangan? Ia masih saja menjelaskan, Belum tahu. Saya masih pelajari.

Dan..bagaimana kelanjutannya soal divestasi? Jawaban Chatib sepertinya menjadi jawaban yang memang paling ditunggu-tunggu. Memang harus dipikirkan masak-masak pula soal divestasi ini. Kalau Chatib sejauh ini punya pola pikir seperti itu, ya semoga saja apa pun nanti keputusannya adalah hal yang terbaik.

Asal..gak kelamaan aja ya mikirnya. Ingat loh, akhir September atau Oktober 2013 ini batas perjanjian jual-beli sahamnya. Kalau batas perjanjiannya habis, masa mau diperpanjang lagi??

Referensi:

Tempo.co - Divestasi Newmont, DPR Masih Beda Pendapat


TAGS divestasi newmont dpr pusat daerah


-

Author

Follow Me


Categories

Archive