Pemerintah Jangan Pilih Dubes Yang Tersangkut Kasus Korupsi

25 Sep 2013

Benarkah Budi Bowoleksono terlibat kasus korupsi?

Ajang pemilihan Duta Besar (Dubes) telah diikuti oleh 22 calon Dubes RI. FIt dan proper test yang diadakan oleh Komisi DPR telah berlangsung sejak Selasa (17/09). Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin mengatakan pihaknya akan secara khusus menelusuri dugaan korupsi yang dilakukan calon dubes. Namun Hasanuddin menolak untuk menyebutkan siapa nama calon dubes tersebut.

“Kita akan klarifikasi benar dan tidaknya informasi tersebut. Kita tidak ingin punya Dubes yang sebentar-bentar dipanggil KPK untuk diperiksa, karena terkait kasus korupsi,” ujar Hasanuddin di Jakarta, Selasa (17/9). (Sumber)

Dari pernyataan Hasanuddin diatas, mungkin saja salah satu yang dimaksud adalah Sekjen Kementerian Luar Negeri, Budi Bowoleksono. Hanya saja, Budi tetap membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Deplu tahun anggaran 2004-2005 yang diduga merugikan negara sebanyak Rp. 18 miliar.

Dalam kasus ini, Mantan Sekjen Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri), Sudjadnan Parnohadiningrat, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sudjadnan diduga melakukan penyalahgunaan wewenang ketika menjabat sebagai Sekjen Deplu. Penyalahgunaan wewenang itu terkait dengan sejumlah kegiatan di Deplu di antaranya seminar yang diadakan dari kurun waktu 2004-2005. (Sumber)

Namun, Budi Bodoleksono tidak menampik fakta bahwa sebagai sesama pejabat di Kemenlu, dia kenal dekat dengan Sudjadnan. Mengingat, Sudjadnan adalah atasanya ketika itu.

Saya heran mengapa Budi Bodoleksono bisa masuk dalam daftar Calon Dubes? Padahal Budi sudah jelas tersangkut kasus korupsi. Meskipun akan dilakukan pemeriksaan ke tahap selanjutnya, tetapi tetap saja Budi telah menyandang gelar Calon Dubes.

Menurut banyak sumber yang saya baca, hasil pemeriksaan KPK terkait dengan kasus korupsi Sudjadnan menyebutkan Budi hanya dijadikan sebagai Saksi saja. Tapi tetap saja, masyarakat mana sih yang mau kalau wakil-wakil rakyat yang akan memegang tanggung jawab besar terhadap negaranya memiliki catatan buruk, apalagi seperti kasus korupsi ini? Menurut saya sih tidak ada. Kalau pun ada mungkin sudah dikasih uang tutup mulut yah.

Menanggapi hal ini, pemerintah (Komisi DPR), harus tegas dalam menyeleksi calon Dubes. Sebaiknya, jangan memilih Dubes yang tersangkut kasus korupsi, meskipun beliau sangat layak menjabat sebagai Dubes.

Jika masih jadi calon Dubes saja Budi Bowoleksono sudah tersangkut kasus korupsi, bagaimana nanti ketika benar-benar telah menjabat status Duta Besar? Kalau korupsi terus, gimana Indonesia bisa kaya? Yang diperkaya harusnya seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya Pemerintah Indonesia. Kita lihat saja bagaimana hasil akhirnya nanti. Apakah Budi Bowoleksono akan terpilih meskipun tersangkut kasus korupsi?


TAGS pemerintah duta besar korupsi kasus budi bowoleksono


Comment
-

Author

Follow Me


Categories

Archive